Jumat, 05 April 2013

Karet Alam

Definisi karet alam
Karet alam adalah polimer isoprene (C5H8) yang mempunyai bobot molekul yang besar. Susunannya adalah –CH–C(CH3)=CH–CH2– . Karet Hevea yang diperoleh dari pohon Hevea brasiliensis adalah bentuk alamiah dari 1,4–polyisoprene. Karet jenis ini memiliki ikatan ganda lebih dari 98% dalam konfigurasi cisnya yang penting bagi kelenturan atau elastisitas polyisoprene. Lebih dari 90% cis –1,4 polyisoprene digunakan dalam industri karet Hevea (Tarachiwin dkk., 2005).
Proses polimerisasi susunan isoprene akan menghasilkan polimer dengan struktur ikatan kimia yang berbeda. Proses polimerisasi isoprene diperlihatkan pada Gambar 1.


Karet alam adalah salah satu bahan penting yang digunakan secara luas dalam aplikasi teknik. Penggunaannya terutama disebabkan oleh kelembutan alaminya dan kemudahan pembentukannya. Karet alam diperoleh dari getah resin karet (lateks karet alam) yang disebut Hevea Brasiliensis yang berasal dari daerah Amazon dengan cara penggumpalan dan pengeringan. Tergantung dari cara memprosesnya. Daerah penghasil karet alam terbesar yang memproduksi 70% dari jumlah seluruh produksi karet dunia adalah Thailand, Indonesia, dan Malaysia. Karet alam bisa mengkristal pada suhu rendah (misalkan -26°C) dan bila ini terjadi, diperlukan pemanasan karet sebelum diolah pabrik barang jadi karet.


Kandungan Alami Karet Mentah
Karet alam mengandung beberapa bahan antara lain: karet hidrokarbon, protein, lipid netral, lipid polar, karbohidrat, garam anorganik, dll. Protein dalam karet alam dapat mempercepat vulkanisasi atau menarik air dalam vulkanisat. Beberapa lipid ada yang merupakan bahan pencepat atau antioksidan. Protein juga dapat meningkatkan heat build up tetapi dapat juga meningkatkan ketahanan sobek.
Karet alam lama kelamaan dapat meningkat viskositasnya atau menjadi keras. Ada jenis karet alam yang sudah ditambah bahan garam hidroksilamin sehingga tidak bisa mengeras dan disebut karet CV (contant viscosity).
Struktur dasar karet alam
Struktur dasar karet alam adalah rantai linear unit isoprene (C5H8) yang berat molekul rata-ratanya tersebar antara 10.000-400.000. Pada suhu kamar, karet tidak berbentuk kristal padat dan juga tidak berbentuk cairan.
Banyak sifat-sifat karet alam ini yang dapat memberikan keuntungan atau kemudahan dalam proses pengerjaan dan pemakaiannya, baik dalam bentuk karet atau kompon maupun dalam bentuk vulkanisat. Untuk mengubah sifat fisik dari karet dilakukan proses vulkanisasi. Vulkanisasi adalah proses pembentukan ikatan silang kimia dari rantai molekul yang berdiri sendiri, meningkatkan elastisitas dan menurunkan plastisitas. Definisi dari vulkanisasi dalam kaitannya dengan sifat fisik karet adalah setiap perlakuan yang menurunkan laju alir elastomer, meningkatkan tensile strength dan modulus serta preserve its extensibility.
Vulkanisasi karet alam sangat baik dalam hal-hal berikut:
• Kepegasan pantul
Hal ini menyebabkan timbulnya kalor (heat build up) rendah, yang sangat diperlukan oleh barang jadi karet yang akan mengalami hentakan berulang-ulang.
Sifat inilah yang menyebabkan karet alam selalu dipakai dalam pembuatan ban truk dan kapal terbang yang sulit disaingi oleh karet sintetik.
• Tegangan putus
• Ketahanan sobek dan kikis
• Fleksibilitas pada suhu rendah
• Daya lengket ke fabric atau logam
Partikel Lateks
Setiap bagian pohon karet jika dilukai akan mengeluarkan getah susu yang disebut “lateks”. Banyak tanaman jika dilukai atau disadap mengeluarkan caiaran putih yang menyerupai susu, tetapi hanya beberapa jenis pohon saja yang menghasilkan karet. Diantara tanaman tropis hanya Havea bracileansis yang telah dikembangkan dan mencapai tingkat perekonomian yang penting. Komposisi lateks Havea bracileansis dapat dilihat jika lateks disentrifugasi dengan kecepatan 18.000 rpm, yang hasilnya adalah sebagai berikut:
Fraksi lateks (37%) : karet (isoprene), protein, lipida dan ion logam.
Fraksi Frey Wyssling (1-3%) : karotenoid, lipida, air, karbohidrat, protein dan turunannya.
Fraksi serum (48%) : senyawaan nitrogen, asam nukleat, senyawa organik, ion organik dan logam.
Fraksi dasar (14%) : air, protein dan senyawa nitroen, karet dan karotenoid, lipida dan ion logam
Partikel karet didalam lateks tidak dapat saling berdekatan, karena masing-masing partikel mempunyai muatan listrik. Gaya tolak menolak muatan listrik ini menimbulkan gerak brown. Didalam lateks isoprene diselaputi oleh lapisan protein sehingga partikel karet bermuatan listrik. Protein merupakan gabungan dari asam- asam amino yang bersifat dipolar (dalam keadaan netral mempunyai dua muatan listrik) dan amphoter (dapat bereaksi dengan asam atau basa).
Prakoagulasi
Pada saat mulai keluar dari pohon hingga beberapa jam lateks masih berupa cairan, tetapi setelah kira-kira 8 jam lateks mulai mengental dan selanjutnya membentuk gumpalan karet. Penggumpalan (prakoagulasi) dapat dibagi 2 yaitu :
Penggumpalan spontan
Penggumpalan spontan biasanya disebabkan oleh pengaruh enzim dan bakteri, aromanya sangat berbeda dari yang segar dan pada hari yang berikutnya akan tercium bau yang busuk.
Penggumpalan buatan
Penggumpalan buatan biasanya dilakukan dengan penambahan asam.
Prakoagulasi terjadi karena kemantapan bagian koloidal yang terkandung dalam lateks berkurang. Bagian-bagian koloidal ini kemudian menggumpal menjadi satu dan membentuk komponen yang berukuran lebih besar. Komponen koloidal yang lebih ini akan membeku. Inilah yang menyebabkan terjadinya prakoagulasi.
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya prakoagulasi antara lain:
Menjaga kebersihan alat-alat yang digunakan dalam penyadapan, penampungan, maupun pengangkutan. Selama pengangkutan dari kebun ke pabrik pengolahan lateks dijaga agar tidak mengalami banyak guncangan.
Mencegah pengenceran lateks dari kebun dengan air kotor, misalnya air sungai.
Memulai penyadapan pada pagi hari sebelum matahari terbit untuk membantu agar lateks dapat sampai ke pabrik atau tempat pengolahan sebelum udara menjadi panas.




Proses Pengolahan Karet (sheet)
Sheet adalah salah satu produk karet alam yang telah sejak lama dikenal di pasaran. Pada masa sebelum perang dunia kedua, dalam perdagangan sheet dikenal “Java Standard Sheet”, yaitu berupa lembaran-lembaran. Sheet yang telah diasap, bersih dan liat, bebas dari buluk (jamur), tidak saling melekat, warna jernih, tidak bergelembung udara dan bebas dari akibat pengolahan yang kurang sempurna. Standard tesebut sampai sekarang masih dipertahankan sehingga perdagangan sheet masih mampu bertahan sampai saat ini. Adapun cara pengolahan sheet secara garis besar terdiri dari proses berikut :
1) Penerimaan lateks
2) Pengenceran
3) Pembekuan
4) Penggilingan
5) Pengasapan dan pengeringan
6) Sortasi
7) Pengepakan
Jenis – jenis Karet Alam :
Bahan olah karet
Bahan olah karet adalah lateks kebun serta gumpalan lateks kebun yang diperoleh dari pohan karet Hevea brasiliensis.
Menurut pengolahannya bahan olah karet dibagi menjadi 4 macam :
Lateks kebun adalah cairan getah yang didapat dari bidang sadap pohon karet. Cairan getah ini belum mengalami penggumpalan.
Sheet angin adalah bahan olah karet yang dibuat dari lateks yang sudah disaring dan digumpalkan dengan asam semut, berupa karet sheet yang sudah digiling tetapi belum jadi.
Slab tipis ada lah bahan olah karet yang terbuat dari lateks yang sudah digumpalkan dengan asam semut.
Lumb segar adalah bahan olah karet yang bukan berasal dari gumpalan lateks kebun yang terjadi secara alamiah dalam mangkuk penampung.
Karet alam konvensional
Ribbed smoked sheet (RSS) adaah jenis karet berupa lembaran sheet yang mendapat proses pengasapan dengan baik.
White crepe dan pale crepe adalah jenis crepe yang berwarna putih atau muda dan ada yang tebal dan tipis.
Estate brown crepe adalah jenis crepe yang berwarna cokelat dan banyak d ihasilkan oleh perkebunan-perkebunan besar.
Compo crepe adalah jenis crepe yang dibuat dari bahan lump, scrap pohon, potongan-potongan sisa dari RSS.
Thin brown crepe remilis adalah crepe coklat yang tipis karena digiling ulang.
Thick blanket crepes ambers adalah crepe blanket yang tebal dan berwarna coklat.
Flat bark crepe adalah karet tanah.
Pure soked blanket crepe adalah crepe yang diperoleh dari penggilingan karet asap yang khusus berasal dari RSS.
Off crepe adalah crepe yang tidak tergolong bentuk beku atau standar, dibuat dari contoh- contoh sisa penentuan kadar karet kering.
Lateks pekat
Lateks pekat adalah jenis karet yang berbentuk cairan peka, tidak berbentuk lembaran atau padatan lainnya. Lateks pekat ini banyak digunakan untuk pembuatan bahan-bahan karet yang tipis dan bermutu tinggi.
Karet bo ngkah (block rubber)
Karet bongkah adalah karet remah yang telah dikeringkan dan dikilang menjadi bandela-bandela dengan ukuran yang telah ditentukan.
Karet spesifikasi teknis (crumb rubber)
Karet spesifikasi teknis adalah karet alam yang dibuat khusus sehingga terjamin mutu teknisnya.
Tyre rubber
Tyre rubber adalah bentuk lain dari karet alam yang dihasilkan sebagai barang setengah jadi sehingga bisa langsung dipakai oleh konsumen, baik untuk pembuatan ban atau barang yang menggunakan bahan baku karet alam lainnya.
Karet reklim (reclaimed rubber)
Karet reklim adalah karet yang diolah kembali dari barang-barang karet bekas, terutama ban-ban mobil bekas dan bekas ban-ban berjalan. Biasanya karet reklim banyak dipakai sebagai bahan campuran sebab bersifat mudah mengambil bentuk dalam acuan serta daya lekat yang dimilikinya juga baik. Produk yang dihasilkan lebih kukuh dan tahan lama dipakai, lebih tahan terhadap bensin atau minyak pelumas, tetapi karet reklim kurang kenyal dan kurang tahan gesekan sesuai dengan sifatnya sebagai karet bekas pakai.
Perbedaan Karet Alam dengan Karet Sintetis
Kelebihan karet alam dibanding karet sintetis adalah :
Memiliki daya elastis atau daya lenting sempurna
Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah
Tidak mudah panas (low heat built up) dan
Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakan (groove cracking resistance)
Karet sintetis juga mamiliki kelebihan antara lain :
Tahan terhadap zat kimia, dan
Harganya yang cenderung dapat dipertahankan
Perbedaan karet dengan benda-benda lain, tampak nyata pada sifat karet yang lembut, fleksibel dan elastis. Sifat-sifat ini memberi kesan bahwa karet alam adalah suatu bahan semi cairan alamiah atau suatu cairan dengan kekentalan yang sangat tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar